Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini dengan Tepat

Irwin Andriyanto

0 Comment

Link
Cara menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini, Kesalahan menyiapkan biaya pendidikan anak

Biaya sekolah anak sering terasa masih jauh. Namun saat waktunya tiba, tagihannya bisa datang sekaligus: uang pangkal, SPP, seragam, buku, kegiatan sekolah, transportasi, hingga biaya kuliah.

Menurut BPS, kelompok pendidikan mengalami kenaikan indeks 2,05% secara year-on-year pada Januari 2025. Angka ini menjadi pengingat bahwa biaya pendidikan tetap perlu masuk dalam perencanaan keuangan keluarga, bukan hanya dipikirkan saat anak mulai daftar sekolah.

Cara menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini
Cara menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini

Mengandalkan uang sisa di akhir bulan biasanya sulit. Setelah belanja rumah, cicilan, kebutuhan anak, dan pengeluaran kecil lain, dana yang tersisa sering tidak cukup. Karena itu, dana pendidikan anak perlu diperlakukan seperti pos wajib yang disisihkan sejak awal.

Pahami Inflasi Pendidikan dan Kenaikan Biaya Sekolah

Inflasi pendidikan adalah kenaikan biaya yang berkaitan dengan kebutuhan sekolah dan kuliah dari waktu ke waktu. Biaya ini tidak hanya berupa SPP, tetapi juga uang pangkal, buku, seragam, kegiatan tahunan, bimbingan belajar, dan biaya masuk jenjang baru.

Dilansir dari BPJS Ketenagakerjaan yang mengutip OJK, biaya pendidikan anak dapat mengalami kenaikan sekitar 10%–15% per tahun. Angka ini bisa dipakai sebagai asumsi konservatif saat orang tua membuat proyeksi dana pendidikan jangka panjang.

Agar tidak terasa abstrak, lihat contoh biaya nyata. Dalam informasi PPDB SD Islam Al-Falaah tahun ajaran 2026/2027, total biaya normal yang tercantum mencapai Rp24.245.000, terdiri dari uang pangkal, seragam, kegiatan, buku paket, BKOMG, dan SPP bulan Juli.

Angka seperti ini sering membuat orang tua kaget. Bukan karena tidak mau menyiapkan, tetapi karena baru dihitung ketika anak sudah hampir masuk sekolah.

Cara Menghitung Dana Pendidikan Anak Berdasarkan Jangka Waktu

Mulailah dari pertanyaan sederhana: jenjang apa yang ingin disiapkan lebih dulu? Tidak semua keluarga harus langsung menghitung dari TK sampai kuliah. Jika kondisi keuangan masih terbatas, prioritaskan jenjang terdekat seperti SD, SMP, SMA, atau kuliah.

Setelah itu, cari tahu biaya sekolah saat ini. Catat uang pangkal, SPP, buku, seragam, kegiatan, transportasi, dan biaya tambahan lain.

Rumus menghitung dana pendidikan anak:

Biaya masa depan = biaya saat ini x (1 + asumsi kenaikan tahunan) ^ jangka waktu

Contohnya, jika biaya masuk sekolah saat ini Rp20 juta, proyeksinya bisa seperti ini:

Biaya Saat IniJangka WaktuAsumsi Naik 10%/TahunAsumsi Naik 15%/Tahun
Rp20.000.0005 tahun± Rp32.210.000± Rp40.230.000
Rp20.000.00010 tahun± Rp51.875.000± Rp80.910.000
Rp20.000.00015 tahun± Rp83.545.000± Rp162.740.000

Tabel ini adalah simulasi, bukan angka pasti. Namun, dari sini terlihat bahwa waktu sangat berpengaruh. Semakin lama menunda, semakin besar dana yang perlu dikejar.

Semakin panjang jangka waktu yang dimiliki, semakin ringan nominal yang perlu disisihkan setiap bulan. Karena itu, orang tua membutuhkan kendaraan finansial yang tidak hanya menyimpan uang, tetapi juga berpotensi membantu mengimbangi kenaikan biaya pendidikan. Sebagai bacaan pendukung, Anda bisa memahami pilihan investasi anak melalui produk seperti reksa dana.

Berapa Dana Pendidikan yang Perlu Disisihkan Setiap Bulan?

Setelah tahu target biaya masa depan, hitung setoran bulanannya.

Dana bulanan = target dana pendidikan ÷ jumlah bulan tersisa

Misalnya target dana pendidikan 10 tahun lagi adalah Rp80 juta. Jika belum ada dana awal, berarti orang tua punya waktu 120 bulan.

Rp80.000.000 ÷ 120 bulan = ± Rp667.000 per bulan

Contoh lain, pasangan muda memiliki anak usia 1 tahun dan ingin menyiapkan biaya masuk SD swasta 5 tahun lagi. Biaya saat ini Rp25 juta. Jika diasumsikan naik 10% per tahun, target dananya menjadi sekitar Rp40,26 juta.

Jika dana awal masih Rp0, kebutuhan bulanannya sekitar:

Rp40.260.000 ÷ 60 bulan = ± Rp671.000 per bulan

Perhitungan ini belum memasukkan potensi imbal hasil investasi. Namun, angka sederhana ini sudah cukup untuk memberi gambaran awal: berapa targetnya, kapan dibutuhkan, dan berapa yang perlu disisihkan.

Pisahkan Rekening Khusus untuk Dana Pendidikan Anak

Setelah target mulai terlihat, tantangan berikutnya adalah menjaga uang tersebut tetap aman. Jika dana pendidikan dicampur dengan rekening belanja harian, risikonya besar untuk terpakai tanpa sadar.

Dikutip dari Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan OJK, menabung penting untuk dana darurat dan tujuan jangka pendek. Namun, untuk kebutuhan jangka panjang, OJK menegaskan bahwa menabung saja tidak cukup dan perlu dilengkapi investasi.

Praktiknya sederhana. Buat rekening atau akun investasi khusus untuk pendidikan anak. Setelah gaji masuk, langsung sisihkan dana pendidikan sebelum uang digunakan untuk kebutuhan lain.

Pilih Instrumen Investasi Pendidikan Anak Sesuai Jangka Waktu

Tabungan pendidikan anak di rekening biasa tetap berguna untuk kebutuhan yang waktunya dekat. Namun, untuk target di atas 5 tahun, tabungan konvensional sering kurang optimal karena imbal hasilnya bisa tertinggal dari asumsi kenaikan biaya pendidikan.

Menurut OJK, reksa dana adalah sarana menghimpun dana masyarakat untuk diinvestasikan dalam berbagai instrumen oleh Manajer Investasi. OJK juga menyebut reksa dana cocok bagi pemodal pemula dan minimum investasinya dapat dimulai dari Rp10.000.

Berikut panduan awal memilih instrumen:

Jangka WaktuKebutuhan PendidikanInstrumen yang Bisa Dipertimbangkan
Di bawah 3 tahunBiaya sekolah dalam waktu dekatTabungan, deposito, reksa dana pasar uang
3–5 tahunBiaya masuk jenjang berikutnyaReksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap
Di atas 5–10 tahunBiaya kuliah atau jenjang panjangReksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, atau reksa dana saham

Anggap tabel ini sebagai panduan awal. Setiap keluarga punya kondisi berbeda, jadi pilihan instrumen tetap perlu disesuaikan dengan penghasilan, target sekolah, jangka waktu, dan kenyamanan terhadap risiko.

Evaluasi Dana Pendidikan Anak Secara Berkala

Setahun sekali, buka kembali catatan dana pendidikan anak. Cek apakah dana yang terkumpul masih mengejar target atau mulai tertinggal.

Misalnya, biaya masuk sekolah yang dulu diperkirakan Rp30 juta ternyata sudah naik menjadi Rp35 juta. Dari situ, orang tua bisa menyesuaikan setoran bulanan, mengubah asumsi kenaikan biaya, atau mengecek apakah instrumen yang dipakai masih cocok.

Agar mudah dipantau, catat target biaya terbaru, dana yang sudah terkumpul, kekurangan dana, nominal setoran bulanan, dan tanggal evaluasi berikutnya. Tidak perlu rumit. Yang penting terlihat jelas.

Kesimpulan

Menyiapkan dana pendidikan anak adalah lari maraton, bukan sprint. Kuncinya bukan langsung menabung dalam jumlah besar, tetapi memulai lebih awal, menghitung target dengan jujur, dan menjaga konsistensi.

Tidak perlu menunggu penghasilan besar untuk memulai. Nominal kecil yang dilakukan rutin akan jauh lebih membantu daripada rencana besar yang terus ditunda.

FAQ Seputar Dana Pendidikan Anak

Kapan waktu terbaik mulai menyiapkan dana pendidikan anak?

Waktu terbaik adalah sejak anak masih dalam kandungan atau segera setelah lahir. Semakin panjang waktunya, semakin ringan nominal yang perlu disisihkan setiap bulan.

Apakah asuransi pendidikan lebih baik daripada reksa dana?

Keduanya memiliki fungsi berbeda. Asuransi berfokus pada proteksi jika pencari nafkah mengalami risiko, sedangkan reksa dana berfokus pada pengembangan dana. Idealnya, keluarga memiliki proteksi dasar terlebih dahulu, lalu menyiapkan investasi sesuai jangka waktu dan profil risiko.

Bagaimana jika penghasilan keluarga saat ini pas-pasan?

Mulailah dari nominal terkecil yang realistis, misalnya Rp100.000 per bulan. Tujuan awalnya adalah membentuk kebiasaan. Saat penghasilan naik, nominal setoran bisa ditingkatkan bertahap.

Referensi

Badan Pusat Statistik. “Inflasi Year-on-Year (y-on-y) Januari 2025 Sebesar 0,76 Persen.” Badan Pusat Statistik, 3 Feb. 2025. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/02/03/2406/inflasi-year-on-year–y-on-y–januari-2025-sebesar-0-76-persen-.html

BPJS Ketenagakerjaan. “Begini Cara Hitung Dana Pendidikan Anak. Orang Tua Wajib Tahu!” BPJS Ketenagakerjaan, 29 Nov. 2023. https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/artikel/17745/artikel-begini-cara-hitung-dana-pendidikan-anak.-orang-tua-wajib-tahu%21.bpjs

Otoritas Jasa Keuangan. Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan. Otoritas Jasa Keuangan. https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/info-terkini/Documents/Pages/Buku-Saku-Cerdas-Mengelola-Keuangan/Buku%20Saku%20Cerdas%20Mengelola%20Keuangan.pdf

SD Islam Al-Falaah. “PPDB SD Islam Al-Falaah Tahun Ajaran 2026/2027.” TK | SD | SMP Islam Al-Falaah. https://sekolahal-falaah.sch.id/ppdb-sd-islam-al-falaah/

Share:

Related Post