Pasar tradisional di Indonesia masih menjadi tumpuan utama dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan bahwa lebih dari 60% pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) menggantungkan aktivitas perdagangan pada pasar tradisional. Kabupaten Langkat termasuk wilayah yang mengandalkan pasar sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Namun, dengan berkembangnya e-commerce dan meningkatnya persaingan dari pasar modern, pasar Kabupaten Langkat menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan.
Menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah mengadopsi strategi komprehensif untuk meningkatkan daya saing. Mulai dari digitalisasi pasar Langkat, program revitalisasi, hingga penguatan UMKM, semua diarahkan agar pasar tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Salah satu inovasi utama adalah kehadiran aplikasi resmi pasar yang dapat diakses melalui https://pasar.langkatkab.go.id/simbg/. Artikel ini mengulas secara menyeluruh langkah pemerintah Kabupaten Langkat dalam menjaga keberlanjutan pasar tradisional sekaligus mendorongnya menuju era digital.
Peran Pasar dalam Perekonomian Kabupaten Langkat

Pasar sebagai Pusat Perdagangan Lokal
Pasar Kabupaten Langkat berfungsi sebagai sentra distribusi komoditas pokok masyarakat. Produk pertanian, hasil perikanan, dan aneka kebutuhan rumah tangga berputar setiap hari, menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis. Keberadaan pasar memastikan barang kebutuhan tetap tersedia dan terjangkau.
Hubungan Pasar dengan UMKM dan Pedagang Kecil
UMKM Langkat berperan penting dalam menghidupkan aktivitas pasar. Mulai dari usaha kuliner, kerajinan tangan, hingga produk harian, semuanya menemukan pembeli di pasar tradisional. Ruang ini menjadi sarana pengembangan usaha kecil untuk memperluas pasar sekaligus menambah pendapatan keluarga.
Kontribusi Pasar terhadap PAD
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Langkat turut diperkuat dengan retribusi pasar. Optimalisasi pengelolaan retribusi melalui sistem digital menghadirkan transparansi sekaligus efisiensi. Dengan tata kelola modern, pasar menjadi sumber pendapatan daerah yang berkontribusi nyata pada pembangunan.
Tantangan Pasar di Kabupaten Langkat
Persaingan dengan Pasar Modern dan E-Commerce
Perubahan perilaku konsumen ke arah belanja daring dan pusat perbelanjaan modern membuat pasar tradisional harus beradaptasi. Konsumen kini mengutamakan kenyamanan, variasi produk, serta layanan praktis.
Keterbatasan Infrastruktur dan Fasilitas
Sebagian pasar di Kabupaten Langkat masih menghadapi kendala seperti fasilitas sanitasi yang terbatas, tata ruang kurang teratur, dan kondisi bangunan yang memerlukan perbaikan. Faktor ini menurunkan kenyamanan pengunjung dan daya tarik pasar.
Fluktuasi Harga Komoditas dan Inflasi
Harga kebutuhan pokok sering mengalami kenaikan yang memicu inflasi lokal. Tanpa intervensi, kondisi ini dapat melemahkan daya beli masyarakat dan menciptakan ketidakstabilan ekonomi.
Kurangnya Literasi Digital Pedagang
Digitalisasi pasar membutuhkan keterampilan baru. Tidak semua pedagang memahami penggunaan aplikasi digital, pemasaran online, atau sistem pembayaran non-tunai. Literasi digital menjadi salah satu tantangan utama.
Strategi Pemerintah Kabupaten Langkat dalam Meningkatkan Daya Saing Pasar
Digitalisasi Pasar melalui Program e-Pasar
Sebagai bagian dari inisiatif Smart City, pemerintah meluncurkan aplikasi e-Pasar Langkat yang dapat diakses di https://pasar.langkatkab.go.id/simbg/. Aplikasi ini menghadirkan katalog produk UMKM, direktori usaha, serta etalase digital. Dengan fasilitas ini, pedagang tradisional mampu menjangkau konsumen di luar wilayah.
- Fitur utama: katalog produk, registrasi usaha, dan promosi online.
- Dampak: memperbesar jangkauan UMKM Langkat dan memperkuat daya saing.
Penerapan Sistem Pembayaran Non-Tunai (QRIS)
Pemerintah Kabupaten Langkat bekerja sama dengan Bank Sumut menghadirkan sistem retribusi berbasis QRIS. Sistem ini memberikan kemudahan transaksi, transparansi keuangan, dan meningkatkan PAD. Penggunaan QRIS sekaligus mempercepat transformasi digital sektor perdagangan.
Pembangunan & Revitalisasi Infrastruktur Pasar
Program revitalisasi pasar dilakukan di Pasar Stabat dan Pangkalan Brandan. Perbaikan fasilitas sanitasi, penataan kios, dan pembaruan bangunan menjadi prioritas. Revitalisasi ini meningkatkan kenyamanan pengunjung serta produktivitas pedagang.
Program Pasar Murah untuk Pengendalian Inflasi
Pemkab Langkat rutin menggelar pasar murah di berbagai kecamatan. Komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dijual dengan harga lebih rendah dari pasar. Strategi ini menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Penguatan UMKM dan Ekonomi Lokal
UMKM Langkat mendapatkan dukungan berupa pelatihan literasi digital, pengelolaan usaha, dan promosi produk. Program ini memperkuat kapasitas usaha kecil dalam bersaing. Dengan dukungan pasar tradisional dan digital, produk UMKM memiliki potensi menembus pasar nasional.
Tata Kelola dan Pengawasan Pasar
Pemkab Langkat memperkuat pengawasan retribusi serta laporan keuangan pasar dengan sistem digital. Kolaborasi antar-dinas, seperti Diskominfo dan Disperindag, memastikan transparansi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pasar.
Dampak Strategi Pemerintah bagi Masyarakat dan Ekonomi Daerah
- Peningkatan Daya Saing Pedagang Tradisional
Digitalisasi dan revitalisasi memberikan pedagang akses ke pasar yang lebih luas dan modern. - Tumbuhnya Kepercayaan Konsumen
Pasar yang lebih nyaman dan harga yang terkendali meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk tetap berbelanja di pasar Kabupaten Langkat. - Kontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi
Langkah pemerintah memperkuat perputaran ekonomi lokal, mendongkrak PAD, dan mendorong terciptanya peluang investasi baru di Kabupaten Langkat.
Kesimpulan
Strategi Pemerintah Kabupaten Langkat dalam meningkatkan daya saing pasar meliputi digitalisasi pasar Langkat melalui aplikasi resmi, penerapan QRIS, program revitalisasi pasar, serta penguatan UMKM Langkat.
Meski tantangan berupa keterbatasan infrastruktur dan literasi digital pedagang masih ada, upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlangsungan pasar tradisional. Dengan strategi tersebut, pasar Kabupaten Langkat diharapkan mampu menjadi pusat ekonomi modern yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan di era digital.




